Selasa, 03 April 2012

aksi demo kota makassar

foto
Sejumlah mahasiswa berlindung dari semprotan watercanon saat berunjukrasa yang berujung bentrok di depan Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (27/3). TEMPO/Hariandi Hafid

Polisi Tetapkan 22 Tersangka Aksi Demo di Makassar  

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Kota Besar Makassar bersama Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan-Barat menetapkan 22 demonstran sebagai tersangka dalam beberapa kasus perusakan dan penjarahan yang mewarnai demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM di Kota Makassar. "Ada 22 yang ditahan dan jadi tersangka. Sebanyak 13 di antaranya  mahasiswa," kata juru bicara Polda Sulselbar, Kombes Chevy Ahmad Sopari, Ahad, 1 April 2012.

Disebutkan dia, aksi rusuh demonstran dimulai pada  21 April di depan Kampus Unhas. Tercatat mulai kasus tersebut hingga tanggal 31 April. Pihaknya mengamankan 38 demonstran. "Juga ada tujuh mahasiswa dinyatakan sebagai buron," katanya. Namun Chevy tak memerinci data demonstran yang ditangkapnya.

Direktur Reskrim Umum Polda Sulselbar, Kombes Syamsuddin Yunus, mengatakan pengusutan perkara tersebut ditangani Polda Sulselbar dan Polrestabes Makassar. Khusus di Polda pihaknya mengamankan 13 demonstran. Sebanyak 8 di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan mendekam di sel Markas Polda Sulselbar. Kasus yang ditangani Polda meliputi pembakaran mobil dan penjarahan tabung gas di kampus Unhas serta pembakaran pos polisi.

Untuk kasus TKP depan Kampus Unhas, polisi mengamankan tujuh orang. Namun setelah penyelidikan hanya tiga yang ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka. Adapun untuk pembakaran pos polisi pihaknya menangkap lima mahasiswa Unismuh sebagai tersangka. Selain itu, masih ada yang ditetapkan buronan yakni S dari mahasiswa STMIK Dipanegara, A mahasiswa UNM, dan I mahasiswa Unhas. "Satu di antaranya bahkan diidentifikasi ikut menyerang dan membakar Pizza Ria Cafe," ucapnya.

Kepala Polrestabes Makassar, Kombes Erwin Triwanto, mengatakan selama berlangsung aksi demonstrasi ada 11 titik aksi favorit pengunjuk rasa. Diakuinya, kepolisian mengalami kesulitan lantaran jarak titik aksi yang saling berjauhan. Selain itu, kekuatan aparat yang tak sebanding dengan jumlah demonstran. "Kami hanya berjumlah 1.200 ditambah dari TNI 13 SSK," katanya.

Dia mengatakan, berdasarkan pemantauannya, tak semua aksi berlangsung ricuh. Namun tak dibantahnya jika banyak pula demonstran yang sengaja cari ribut. "Seperti di fly over, mereka sengaja melempari saya tapi aparat tak terpancing," ucapnya.

Dia menjelaskan, pihaknya tak sekali pun melakukan proses pembiaran terhadap aksi anarkistis demonstran. Hanya, kala aksi demonstrasi berlangsung ricuh, pihaknya mempertimbangkan dengan matang untuk bertindak jika eskalasi massa sangat besar. "Saat pembakaran pos polisi dan penyerangan pos polisi, anggota tetap melakukan proses identifikasi dan dokumentasi. Demonstran tak jarang menyerang dengan menggunakan bom molotov," katanya.

TRI YARI KURNIAWAN

suara hati

ketika semua itu terjadi aku menangis histeris ingin kuberlari jauh meninggalkan semua kenangan yang pernah terjadi aku memang tak pantas lagi bersanding lagi denganmu karna perbedaan antara kita sungguh jauh berbeda engkau bagai langit yang jauh di sana.

cinta itu memang sulit untuk di pahami namun biarlah ku jalani hari-hariku tanpa cinta
sering kali aku bertanya dalam hati kecilku mengapa kenyataan cinta tak seperti yang aku bayangkan selalunya membuatku kecewa.

sia-sia sudah diri menanti dirimu

ketika rencana tidak sesuai yang kita harapkan

Di dalam perjalanan hidup yang panjang terkadang kita merasakan banyak hal yang tidak kita inginkan contoh misalnya ketika kita berenca dan berharap rencana itu akan berhasil namun apa hasil ternyata di balik semua itu bukanlah terjadi sesuai dengan harapan kita namun justru yang kita terima jauh dari yang kita harapkan sungguh menyakitkan ,mengecewakan.
itulah sifat kita manusia yang terkdang terlalu sulituntuk menerima semua itu.

Hal inilah yang hadir menjumpai perjalanan hidupku sejak dari awas aku berharap sekali untuk bisa melakukan hal itu namun apa daya tidaklah terjadi sesuai harapan saya sehingga hari ini aku menulis artikel ini, hanya untuk curhat saja kembali aku berpikir apa salah dan dosaku sehingga langkah hidupku selalu di hantui dengan kegagalan perjuangan hidup tidaklah semudah yang kita harapkan.

tapi tahu ka anda di balik semua itu ada hal yang lebih penting yang tak bisa kita mengerti, semua itu telah diatur yang Maha Kuasa

salam keken

5 langkah meraih impian

Cara Meraih Impian Besar

Penulis : Suhardi
Minggu, 05 September 2010, Dibaca : 6035 kali | Dicetak : 205 kali | Cetak artikel ini
Suatu ketika di sebuah sekolah, ada seorang anak yang cukup cerdas yang belajar ilmu kepada seorang guru yang bijaksana. Meskipun sang guru melihat adanya potensi besar, anak tersebut tidak begitu suka untuk belajar. Menurutnya belajar itu tidak lebih dari kegiatan yang benar-benar membosankan selama bertahun-tahun. Baginya, belajar itu seperti melakukan rutinitas melelahkan terus-menerus tiada henti tanpa pernah tahu kapan akan berakhir. Walaupun ia akhirnya belajar, ia hanya belajar sebentar. Setelah itu, ia mulai jenuh dan tidak konsentrasi lagi untuk belajar. Ia berharap agar bisa maju beberapa tahun ke depan menuju waktu di mana ia bisa segera menyelesaikan masa belajarnya.
Gurunya yang terkenal arif dan bijaksana melihat tingkah laku muridnya ini dan segera mengambil langkah cepat sebelum kebiasaan buruknya bertambah parah. Ia tidak ingin potensi besar yang terpendam dalam diri anak tersebut terkubur sia-sia.
Maka, suatu hari ia memanggil anak tersebut dan berbicara dengannya. Ia menanyakan mengapa ia tidak bersemangat belajar. Anak tersebut menjawab, "Guru, saya tidak begitu suka belajar karena membosankan. Apalagi saya harus melakukan ini selama bertahun-tahun. Memikirkannya saja sudah membuat saya tidak bersemangat, apalagi melakukannya."
Setelah mendengar penjelasan dari muridnya, sang guru pun balas menjawab, "Itu berarti pola pikir kamu sudah salah. Kamu selalu membayangkan semua pekerjaan sekaligus untuk diselesaikan. Tentu saja hal itu akan membuat kamu tidak bersemangat karena kamu terus membayangkan keseluruhan hal yang harus kamu lakukan sekaligus. Tidak heran jika kamu menjadi malas belajar karena kamu memikirkan tumpukan kegiatan belajar yang harus kamu jalani dari sekarang sampai bertahun-tahun kemudian. Itu tidak mungkin kamu lakukan dalam satu hari.
Semua butuh proses dan waktu. Kamu tidak boleh punya pemikiran untuk harus menyelesaikan segala hal - yang seharusnya membutuhkan waktu - hari ini juga. Dengan pola pikir kamu yang seperti itu, segala hal kecil berubah menjadi sangat besar dan bertumpuk yang berakibat tidak produktifnya diri kamu dalam melakukan apa pun."
Sang guru melanjutkan, "Akibat paling buruknya adalah bukan hanya kamu menjadi tidak bersemangat dalam belajar. Kamu juga tidak akan bisa bersemangat untuk melakukan apa pun. Kamu juga akan sulit mengejar apa yang akan kamu cita-citakan kemudian.
Yang perlu kamu lakukan sekarang adalah melihat ke masa ini, masa sekarang di mana kamu berada. Bukan tugas kamu untuk melihat jauh ke depan yang sebetulnya masih belum jelas. Tugas kamu adalah melakukan dan menyelesaikan apa yang menjadi tugas kamu hari ini, bukan esok atau lusa. Esok akan kamu jalani kemudian.
Yang terpenting adalah dorong diri kamu untuk menyelesaikan apa yang harus diselesaikan hari ini. Dengan begitu, maka kamu perlahan-lahan akan bisa menyelesaikan semuanya. Tidak perlu pusing memikirkan betapa banyaknya yang harus kamu lakukan ke depan. Fokuslah untuk menyelesaikan sedikit demi sedikit sampai akhirnya selesai semua. Sama halnya ketika kamu makan nasi sesuap demi sesuap. Sangat aneh jika kamu berusaha makan semuanya dengan sekali lahap."
Anak tersebut tersenyum pertanda mengerti apa yang telah disampaikan gurunya. Memang benar, sejak saat itu, ia berubah dari malas menjadi rajin belajar. Ia mulai mengerti bahwa tugasnya adalah mempelajari apa yang harus dipelajari pada hari ini, bukan memikirkan bagaimana mempelajari semuanya dalam sekali lahap.
Pesan kepada pembaca:
Ketika Anda mulai memiliki sebuah tujuan baru yang ingin dicapai, Anda cenderung merasa sulit untuk meraihnya karena mengganggap tujuan tersebut terlalu besar bagi Anda. Anda menjadi tidak yakin apakah bisa meraih apa yang menjadi impian Anda dengan kemampuan dan keadaan Anda sekarang ini. Anda pun menjadi tidak percaya diri dan minder. Anda kemudian merasa bahwa impian dan tujuan Anda terlalu muluk.
Apa yang terjadi kemudian? Anda menjadi tidak bersemangat dan bergairah untuk mengejarnya. Anda merasa tujuan tersebut membutuhkan tugas-tugas yang terlalu banyak untuk diselesaikan. Karena merasa tidak mampu, maka Anda pun membuat tujuan yang lebih kecil.
Hal inilah yang mengidap kebanyakan orang. Banyak orang tidak berani bermimpi besar karena merasa impian tersebut terlalu besar dan ketika mereka hanya bermimpi kecil, mereka tidak bergairah sama sekali untuk mengejarnya. Hasilnya, mereka tidak meraih apa pun.
Impian atau tujuan yang besar akan terasa mudah dicapai jika Anda melihatnya dalam potongan-potongan kecil. Potongan kecil inilah yang membuat Anda merasa mudah untuk melakukannya. Ketika potongan demi potongan sudah diselesaikan, maka potongan-potongan tersebut digabung sehingga menjadi sebuah kesatuan yang utuh.
Setiap gunung yang tinggi ditaklukkan melalui setiap langkah demi langkah dengan konsisten. Setiap buku yang Anda baca diselesaikan melalui setiap kata demi kata. Setiap lukisan yang indah diciptakan melalui setiap goresan demi goresan dari kuas. Setiap tempat tujuan ditempuh melalui setiap mil yang dilewati. Begitu juga tujuan Anda bisa dicapai dengan melakukan setiap langkah demi langkah untuk menuju ke sana.
________________________
email : csd_suhardi@yahoo.com
http://www.facebook.com/pages/Suhardi/139554762729289