Jumat, 13 April 2012

PERLUKAN MERAWAT DAERAH ‘PRIBADI’ KITA ?





Merawat kebersihan daerah ‘pribadi’ (organ seksual, red), mungkin tidak kita lakukan sesering merawat kebersihan organ tubuh lainnya. Padahal kebersihan pada daerah tersebut, juga membutuhkan perhatian yang ekstra pula. Pasalnya pada daerah-daerah organ seksual tersebut, keringat yang dihasilkan cukup berlebih. Alhasil daerah tersebut pun menjadi lebih lembab, sehingga bakteri yang menyebabkan penyakit dan bau tak sedap dapat berkembang-biak dengan baik.

Oleh karena itu, mulai sekarang kita kudu lebih serius menjaga daerah reproduksi kita. Beberapa cara yang dapat kita coba untuk menjaga kebersihannya (alat reproduksi, red), antara lain :

• Mandi secara teratur (2 kali sehari)
• Mencuci bagian luar organ seksual, dengan sabun kulit setiap buang air kecil atau pun air besar.
• Menggunakan air yang bersih untuk mencuci organ reproduksi
• Mengganti celana dalam sehari sekali.
• Memakai pakaian dalam berbahan katun, untuk mempermudah penyerapan keringat.
• Hindari menggunakan pakaian dalam orang lain, untuk menghindari penularan penyakit.
• Mencukur rambut disekitar daerah kemaluan, untuk menghindari tumbuhnya bakteri yang menyebabkan gatal pada daerah reproduksi tersebut.
• Gunakan pakaian dalam sesuai ukuran, tidak terlalu ketat dan terlalu longgar. Untuk membuat kamu merasa nyaman, ketika beraktifitas.

Selain dengan cara-cara tersebut diatas, masih dibutuhkan pula perawatan-perawatan lain yang dibutuhkan alat reproduksi, bergantung pada jenis kelamin.

BAGI CEWEK :
Menjaga Kelembaban Daerah Vagina :
Setelah buang air kecil atau air besar, bersihkan bagian luar daerah vagina secara hati-hati dengan air dan sabun kulit yang lembut. Ketika membersihkannya, sebaiknya menggunakan air hangat.

Mengganti Pembalut Sacara Rutin
Ketika menstruasi gantilah pembalut lima kali sehari, untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Pasalnya ketika menstruasi, pembuluh darah dalam rahim sangat rentan terkena infeksi.

Untuk memilih jenis pembalut, sebaiknya gunakan pembalut yang menggunakan campuran zat-zat yang dapat menyebabkan alergi , misalnya gel dan parfum. Selain itu, pilih pembalut yang mampu melekat dengan baik pada pakaian dalam kita.

BAGI COWOK :
Perawatan daerah vital pada cowok, tidak jauh bedanya dengan cewek. Beberapa hal lain yang diperlukan untuk menjaga kesehatan daerah pribadinya :

Khitan/ Sunat
Dengan dikhitan, bakteri dapat lebih mudah dibersihkan setelah buang air kecil. Pasalnya dengan kepala penis terbuka, tidak diperlukan usaha khusus untuk membersihkannya.

Mengeringkan organ vital setelah buang air kecil
Untuk mencegah tumbuhnya jamur pada daerah vital, sebaiknya sebelum memakai pakain dalam. Keringkan terlebih dahulu daerah tersebut, dengan handuk untuk mengurangi kelembaban pada daerah vital tersebut.

FREE SEX DAN ABORSI





Perbuatan sex diluar nikah (free sex), selamanya tidak dibenarkan dalam norma kehidupan, baik norma Agama maupun norma Sosial. Walau demikian, kenyataannya kasus hubungan sex pra nikah makin meluas saja. Bahkan dari sekian banyak kasus yang ada, free sex kebanyakan dilakukan oleh kalangan remaja, mungkin juga sudah membudaya dikalangan teman-teman kita sendiri. Hal ini merupakan bukti nyata dampak dari tingginya keinginan sex dikalangan kita (baca:remaja).

Tingginya keinginan sex ini, merupakan dampak dari berkembang cepatnya hormon dan organ genetalia(baca:reproduksi) kita. Nah, oleh karena itu kita harus pandai-pandai mengendalikan keinginan sex kita. Soalnya, hubungan sex yang dilakukan di usia dini dan diluar nikah banyak merugikan kehidupan pribadi kita (terutama perempuan).

Selain itu, hubungan sex diluar nikah ternyata membawa cukup banyak dampak negatif pada diri kita. Mulai dari kemungkinan tertular penyakit, hingga kehamilan diluar nikah.
Maraknya freesex saat ini, ternyata berdampak pula pada tingginya tingkat aborsi. Padahal perbuatan aborsi, juga memiliki beresiko tinggi terhadap keselamatan dari perempuan itu sendiri.

Resiko melakukan Aborsi pada remaja:
1. Kematian karena terlalu banyak pendarahan
2. Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal
3. Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan.
4. Sobeknya rahim (Uterine Perforation)
5. Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya.
6. Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita)
7. Kanker indung telur (Ovarian Cancer)
8. Kanker leher rahim (Cervical Cancer)
9. Kanker hati (Liver Cancer)
10. Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya.
11. Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease)
12. Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy)
13. Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)
14. Infeksi alat reproduksi karena melakukan kuretase (secara medis) yang dilakukan secara tak steril. Hal ini membuat remaja mengalami kemandulan dikemudian hari setelah menikah.
15. Pendarahan sehingga remaja dapat mengalami shock akibat pendarahan dan gangguan neurologist. Selain itu pendarahan juga dapat mengakibatkan kematian ibu maupun anak atau keduanya.
16. Resiko terjadinya reptur uterus atau robeknya rahim lebih besar dan menipisnya dinding rahim akibat kuretase. Kemandulan oleh karena robeknya rahim, resiko infeksi, resiko shock sampai resiko kematian ibu dan anak yang dikandungnya.
17. Terjadinya fistula genital traumatis adalah suatu saluran atau hubungan antara genital dan saluran kencing atau saluran pencernaan yang secara normal tidak ada.
Nah, udah ngerti kan akibat melakukan hubungan sex diluar nikah. Makanya kamu (terutama cewek), kudu tegas menolak ajakan hubungan sex apabila dilakukan diluar pernikahan. Selain ngrugiin kamu, orang tua tentunya bakal kecewa juga kan?.(noe,berbagai sumber)

TAK BENAR PENDIDIKAN SEKS MENDORONG BERHUBUNGAN SEKS





Berdasarkan kesepakatan internasional di Kairo 1994 (The Cairo Consensus) tentang kesehatan reproduksi yang berhasil ditandatangani oleh 184 negara termasuk Indonesia, diputuskan tentang perlunya pendidikan seks bagi para remaja. Dalam salah satu butir konsensus tersebut ditekankan tentang upaya untuk mengusahakan dan merumuskan perawatan kesehatan seksual dan reproduksi serta menyediakan informasi yang komprehensif termasuk bagi para remaja.

Sementara meninjau berbagai fenomena yang terjadi di Indonesia, agaknya masih timbul pro kontra di masyarakat, lantaran adanya anggapan bahwa pendidikan seks akan mendorong remaja untuk berhubungan seks. Sebagian besar masyarakat masih berpandangan stereotype dengan pendidikan seks seolah sebagai suatu hal yang vulgar.

Manager Proyek Pusat Studi Seksual Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), Tito, mengatakan, untuk mencegah perkembangan dari asumsi menyesatkan tersebut, tahun 2000 lalu PKBI telah melakukan penelitian berkaitan dengan kebenaran asumsi bahwa ketika siswa diberi pendidikan seksualitas maka mereka akan mencoba untuk melakukan hubungan seks.

Faktanya dari 100 responden 100 persen mengatakan, dengan diberi pendidikan seks, mereka justru lebih mempertimbangkan risiko berhubungan seksual. Sedangkan dari 100 orang guru yang juga dijadikan responden 57,14 persen tidak setuju dengan asumsi tersebut. "Hasil penelitian ini juga bisa dijadikan sebagai bukti bahwa tidak benar jika orang melakukan perkosaan ataupun melakukan hubungan seks justru setelah mendapatkan pendidikan seks," tutur Tito.

Menurut Tito, asumsi tesebut hanyah merupakan wujud kekhawatiran orangtua yang berlebihan, atau rumor yang sengaja dibentuk oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Masyarakat juga perlu tahu, bahwa dalam memberikan pendidikan seks tidak dilakukan dengan sembarangan. Akan tetapi, kemasannya juga berusaha disesuaikan dengan usia dan perkembangan si anak. Dengan memakai bahasa yang komunikatif dan juga dijauhkan dari kesan vulgar.

Informasi yang disajikan pun tidak hanya masalah proses reproduksi, tapi juga bagaimana mereka harus menjaga kesehatan alat reproduksinya, bagaimana menyikapi tanda_tanda kedewasaan yang dialami. Mulai dari makna mimpi basah bagi pelajar laki_laki, menstruasi yang dialami perempuan, penyakit kelamin yang bisa saja muncul dan bagaimana mengantisipasinya serta berbagai per masalahan lainnya.

Materi_materi tersebut juga tidak langsung diberikan pada seorang anak, akan tetapi dilakukan secara bertahap. Misal saat anak mencapai usia yang memang dalam perkembangannya tersebut mudah menerima informasi dalam bentuk visualisasi, pendidikan diberikan dengan cara_cara visualisasi (gambar) itupun hanya sebatas pengenalan. Apabila kemampuan kognitifnya sudah mulai berkembang maka remaja telah diajak untuk bermain logika. "Dengan pemberian informasi disesuaikan dengan perkembangan usia, maka tentu akan sangat membantu dalam proses penerimaan mereka," tambah Tito.

Ia menurutkan, realitas yang terjadi, kebanyakan remaja yang terjerumus pada perilaku seks yang tidak sehat ataupun menyimpang, justru disebabkan karena minimnya pengetahuan mereka tentang hal itu. "Mereka tidak tahu dampak dari perbuatannya, tidak tahu bagaimana mengendalikannya dan terperosok pada informasi yang menyesatkan," tandasnya. Karena memang sampai saat ini media yang digunakan juga masih sangat terbatas. Ketika ditanya tentang kemungkinan untuk dijadikan sebagai kurikulum pendidikan, menurut Tito, "Masih merupakan proses yang sangat panjang." Ia menegaskan untuk sementara mungkin melalui biro konseling terlebih dulu, atau program pendampingan di sekolah

VIRGINITAS, PENTING SEKALI


Pada budaya barat, pergaulan bebas utawa free sexs menjadi trend pada kalangan remaja. Bahkan kini, budaya tersebut mulai berdampak ke Indonesia. Banyak faktor yang menyebabkan hal ini, misalnya saja melalui derasnya informasi-informasi, termasuk free seks melalui beberapa media informasi, seperti TV dan Internet. Namun demikian, bukan berarti kita menyalahkan faktor-faktor penyebab tersebut (TV dan Internet, red). Karena media-media informasi tersebut, juga bisa membawa dampak yang positif. Jadi untuk menyikapinya, sebaiknya kita memfilter dan memilah hal-hal yang bisa membawa dampak positif atau negatif.

Walaupun budaya free seks sudah mulai merambah, secara umum di masyarakat kita, budaya timur masih dipegang erat. Oleh karena itu, banyak alasan kenapa kita memilih untuk menghidari pergaulan bebas. Misalnya saja : takut dosa, hamil, dikucilkan, dan ketahuan maysarakat. Disini berarti kamu berminat untuk menikmati sex tanpa berbagai tekanan dari pihak luar dengan pikiran jernih dan penuh kesadaran, yaitu melalui pernikahan. Serta ada lagi alasan yang paling tepat yang bisa kamu gunakan :

1. Kamu tak perlu melanggar agama dan moral. Kamu pun tak perlu mengecewakan dan membuat malu orang tua dan keluarga besar kamu

2. Kamu tak perlu takut hamil karena 'kecelakaan' sehingga terpaksa menggugurkan kandungan atau melahirkan anak yang tidak/'belum' kamu inginkan.

3. Kamu terbebas dari segala macam penyakit menular seksual, kecuali yang bisa di tularkan lewat jarum suntik atau transfusi darah. Kalau kamu juga bukan pecandu drug yang suka nyuntik, resiko kamu jauh lebih kecil

4. Kalau kamu mampu mempertahankan untuk tetap Virgin sampai usia 17 tahun, setidaknya kamu nggak perlu melanggar hukum. Sebab di Indonesia orang di kategorikan sebagai dewasa saat berusia 17 tahun atau sudah menikah.

5. Seks sama sekali bukan urusan kecil. Tapi sebaliknya, Sex is a big big deal. Seks bukan hanya melibatkan nafsu saja. Tatepi yang kurang di sadari oleh kita sebenarnya sex juga musti melibatkan cinta, komitmen, serta tanggung jawab antara 2 orang manusia. Kamu akan jauh lebih berharga sebagai manusia bila bisa melakukan seks sebagai suatu kegiatan fisik sekaligus mental yang utuh

6. Kalau pacar kamu mengancam akan memutuskan hubungan, jika kamu tak mau diajak tidur denganya, maka biarkanlah ancamannya. Atau segera tinggalkan dirinya. Kalau dia memang benar-benar mencintai kamu, seharusnya dia justru akan menghargai keputusan kamu. Lahipula, apa sich enaknya melakukan hubungan seksual dengan otang yang suka mengintimidasi dan memaksakan kehendaknya sendiri ?

7. Bila teman wanita kamu mengejek kamu sebagai gadis kuno dan tak punya Sex Appeal terhadap lawan jenis, hanya karena kamu masih Virgin, hadapilah dengan senyuman. Bisa jadi sebenarnya justru merekalah yang tidak nyaman karena sudah kadung melepaskan keperawanannya.

8. Kalau kamu di tuduh Frigid atau lesbian karena tidak mau berhubungan sex, Itu adalah tuduhan yang mengada-ada. Cuman kamu yang tahu aiapa diri kamu sendiri dan bagaiman diri kamu akan berjalan.

9. Dan ini yang paling penting. Sebenarnya kamu sangat berhak untuk menikmati pengalaman seksual kamu dengan senyaman-nyamannya dan seindah-indahnya. Dan itu hanya bisa kamu dapatkan bila kamu melakukannya di tempat yang nyaman dan perasaan yang nyaman pula. Dimana itu ? adalah saat kamu sudah menikah. Karena kecemasan melakukan aktifitas seksual di luar nikah, seringkali terjadi karena rasa ketakutan akan ketahuan.

10. Cinta Bisa menunggu. Inilah yang musti kamu tanamkan di dalam benak kamu saat kamu mulai diintimidasi oleh Virginitas. Masih banyak yang bisa kamu pikirkan selain cinta, misalnya moral, agama, norma, serta eksploitasi diri kamu. Karena itu tanamkan komitmen, " Karena aku percaya bahwa cinta sejati bisa menunggu, maka aku membuat komitmen pada Tuhan, diriku sendiri, keluargaku, calon pasangan hidupku, dan calon anak-anakku, untuk menunda hubungan seksual sejak hari ini sampai saat aku menikah nanti. "


Nah, alasan diatas sepertinya udah sangat tepat dan mantap. Akan tetapi kalau kamu masih saja tetap memutuskan menyerahkan Virginitas kamu kepada seorang pria yang kamu anggap tepat sebelum kalian meresmikan hubungan, tentunya kamu musti mempunyai alasan yang sangat kuat, bermutu serta dapat di pertanggung jawabkan

BILA MENSTRUASI DATANG




Setelah menginjak masa remaja, seorang gadis pasti mengalami menstruasi. Keluarnya cairan seperti darah pada daerah khusus (vagina) akibat pembusukan indung telur yang tidak dibuahi oleh sel sperma pria. Proses ini berlangsung secara periodik, yakni kira-kira sekali sebulan. Rentang waktu antar mentruasi itu disebut siklus mentruasi. Siklus ini berbeda-beda antara wanita satu dengan wanita lainnya, yakni antara 21-36 hari.

Menstruasi pertama atau menarche biasanya terjadi antara umur 10 dan 16 tahun, bergantug pada faktor-faktor yang mempengaruhi kedewasaan dan perkembangan hormon dari gadis itu sendiri. Mentruasi akan terus berlangsung sampai usia kira-kira 45 hingga 50 tahun. Masa dimana seorang wanita udah nggak mentruasi lagi disebut masa menopause.

Sebagian kaum hawa mengalami menstruasi setiap bulan, lamanya antara 3 sampai 7 hari. Namun ada juga sebagian yang mengalami menstruasi 2-3 bulan sekali. Itu tergantung dari kesehatan tubuh dan hormon masing-masing wanita.

Rata-rata jarak antara hari pertama menstruasi, hingga hari pertama mentruasi bulan berikutnya adalah 28 hari. Namun sebagian wanita berbeda siklusnya, bisa lebih cepat atau lambat. Biasanya, sebelum mengalami menstruasi, seorang gadis akan mengalami gejala-gejala berikut :
• Suhu badan meningkat (seperti meriang)
• Payudara membengkak
• Pinggang sakit
• Pusing-pusing

Bagi kamu (cewek, red) yang mengalami menstruasi secara rutin atau sudah mendeteksi gejala-gejala akan datang bulan. Sebaiknya kamu selalu menyediakan dan membawa pembalut.dalam tas kamu. Pembalut wanita adalah semacam alat yang dipergunakan selama kamu-kamu mengalami masa mestruasi, fungsinya adalah untuk menyerap cairan mentruasi Agar pakaian dalammu tidak bernoda.
Biasanya, seorang gadis yang menstruasi mengalami nyeri atau kram dibagian bawah perut, nyeri punggung dan betis, dan nyeri di sepanjang paha dan betis. Jika rasa sakit yang dirasa sangat berlebihan, dianjurkan untuk segera menghubungi dokter. Soalnya siapa tahu saja terdapat gangguan pada system reproduksi.

Untuk mengurangi sakit pada saat menstruasi, berikut tips yang dapat dilakukan :
• Gosok perut dengan minyak kayu putih, dengan tekanan yang agak keras.
• Berendam di air hangat
• Mengompres perut dengan air hangat (masukan air hangat dalam botol).
• Minum kaplet sakit haid
• Melakukan Olah Raga ringan (senam).

Dengan beberapa tips diatas, hari-hari selama menstruasi tentunya dapat terlewati dengan mudah dan tidak mengganggu aktifitas kamu sehari-hari.
n noe, berbagai sumber

foto:istimewa


PERLUKAH INFORMASI SEKS ?



Dimasa puberitas, seorang remaja dirasa perlu untuk mendapatkan informasi seks. Dengan demikian, mereka(remaja, red) dapat menjaga diri terhadap risiko hubungan seks pranikah, seperti kehamilan yang tak dikehendaki, pengguguran kandungan, putus sekolah dan penyakit menular seksual, termasuk HIV/AIDS.

Saat ini, di Indonesia jumlah remajanya sekitar 40 juta. Dan dengan jumlah yang sedemikian besarnya, maka peluang akan terjadinya hubungan pranikah semakin besar pula. Bahkan dari informasi yang dihimpun redaksi Segi Tiga, sekitar 25-40 persen kaum remaja yang masih sekolah di beberapa daerah pernah melakukan hubungan seksual. Belum tentu angka ini benar, namun paling tidak dapat dijadikan gambaran bahwa sebagian dari kaum remaja kita sudah mengenal hubungan seks. Setelah diadakan pengamatan, ternyata penyebab itu semua berawal dari kurangnya pemahaman dan informasi remaja akan arti dari seksualitas itu sendiri.

Penyimpangan seks juga disebabkan oleh gejolak emosional, sebagai penyertaan percepatan perkembangan fisik, sering terjadi begitu ekstrem sehingga menyulitkan remaja sendiri maupun lingkungannya. Konflik dengan orangtua dan keluarga pada umumnya akan berkembang, yang sering ditandai pada satu sisi oleh kebutuhan yang kuat untuk mandiri (otonom). Sedangkan pada sisi lain dalam kenyataannya ketergantungan baik moril maupun materiil masih sangat besar pada orangtua dan keluarga.

Pertumbuhan fisik yang spesifik terjadi adalah pematangan bentuk dan fungsi kelamin pada masa remaja. Pertumbuhan seks ini membawa konsekuensi psikologi yang juga cukup rumit dihadapi remaja, karena bersamaan dengan itu remaja pun menyadari akan munculnya kebutuhan fisik baru, yaitu dorongan seksual dan kebutuhan akan pemuasannya baik secara erotik maupun hubungan seksual.

Pertumbuhan fisik remaja akan membuat remaja kelihatan mengarah pada bentuk tubuh dewasa, yang antara lain ditandai oleh tinggi badan yang bertambah, lebar punggung dan pinggul yang juga bertambah, dan panjang serta besarnya organ panca indera serta fungsinya yang semakin sempurna. Kecuali itu ciri-ciri seks sekunder pun tumbuh pula, yang pada laki-laki antara lain terdiri dari tumbuhnya buah jakun, bulu-bulu di area tubuh tertentu, pori-pori kulit membesar dan warna kulit pun menjadi agak kelam. Sementara pada perempuan, kecuali tumbuh bulu-bulu pada area tubuh tertentu, juga buah dada serta pinggul pun membulat dan membesar.

Dengan pematangan fungsi seksual, yaitu menstruasi pada remaja perempuan dan mimpi basah pada remaja laki-laki, maka kelenjar seks pun memproduksi hormon yang mempengaruhi munculnya dorongan akan kebutuhan seksual.(nuansa, berbagai sumber)

PENDIDIKAN SEKS, GAGAL CEGAH KEHAMILAN REMAJA



Dimasa puberitas, seorang remaja dirasa perlu untuk mendapatkan informasi seks. Dengan demikian, mereka(remaja, red) dapat menjaga diri terhadap risiko hubungan seks pranikah, seperti kehamilan yang tak dikehendaki, pengguguran kandungan, putus sekolah dan penyakit menular seksual, termasuk HIV/AIDS.

Saat ini, di Indonesia jumlah remajanya sekitar 40 juta. Dan dengan jumlah yang sedemikian besarnya, maka peluang akan terjadinya hubungan pranikah semakin besar pula. Bahkan dari informasi yang dihimpun redaksi Segi Tiga, sekitar 25-40 persen kaum remaja yang masih sekolah di beberapa daerah pernah melakukan hubungan seksual. Belum tentu angka ini benar, namun paling tidak dapat dijadikan gambaran bahwa sebagian dari kaum remaja kita sudah mengenal hubungan seks. Setelah diadakan pengamatan, ternyata penyebab itu semua berawal dari kurangnya pemahaman dan informasi remaja akan arti dari seksualitas itu sendiri.

Penyimpangan seks juga disebabkan oleh gejolak emosional, sebagai penyertaan percepatan perkembangan fisik, sering terjadi begitu ekstrem sehingga menyulitkan remaja sendiri maupun lingkungannya. Konflik dengan orangtua dan keluarga pada umumnya akan berkembang, yang sering ditandai pada satu sisi oleh kebutuhan yang kuat untuk mandiri (otonom). Sedangkan pada sisi lain dalam kenyataannya ketergantungan baik moril maupun materiil masih sangat besar pada orangtua dan keluarga.

Pertumbuhan fisik yang spesifik terjadi adalah pematangan bentuk dan fungsi kelamin pada masa remaja. Pertumbuhan seks ini membawa konsekuensi psikologi yang juga cukup rumit dihadapi remaja, karena bersamaan dengan itu remaja pun menyadari akan munculnya kebutuhan fisik baru, yaitu dorongan seksual dan kebutuhan akan pemuasannya baik secara erotik maupun hubungan seksual.

Pertumbuhan fisik remaja akan membuat remaja kelihatan mengarah pada bentuk tubuh dewasa, yang antara lain ditandai oleh tinggi badan yang bertambah, lebar punggung dan pinggul yang juga bertambah, dan panjang serta besarnya organ panca indera serta fungsinya yang semakin sempurna. Kecuali itu ciri-ciri seks sekunder pun tumbuh pula, yang pada laki-laki antara lain terdiri dari tumbuhnya buah jakun, bulu-bulu di area tubuh tertentu, pori-pori kulit membesar dan warna kulit pun menjadi agak kelam. Sementara pada perempuan, kecuali tumbuh bulu-bulu pada area tubuh tertentu, juga buah dada serta pinggul pun membulat dan membesar.

Dengan pematangan fungsi seksual, yaitu menstruasi pada remaja perempuan dan mimpi basah pada remaja laki-laki, maka kelenjar seks pun memproduksi hormon yang mempengaruhi munculnya dorongan akan kebutuhan seksual.(nuansa, berbagai sumber)